Sinergi Kementan dan PLN Wujudkan "Listrik Masuk Sawah" di Parepare
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT PLN (Persero) bersinergi mewujudkan program "Listrik Masuk Sawah" di Kota Parepare demi mengamankan target Perluasan Areal Tanam (PMAAS) padi seluas 104 ha pada akhir tahun. Dalam sosialisasi yang turut dihadiri perwakilan petani Parepare, perwakilan PLN, serta jajaran Dinas dan Penyuluh Pertanian setempat, Kepala BRMP Tanaman Aneka Umbi Kementan, Suwarny, menyoroti ancaman kekeringan ekstrem di penghujung masa panen.
Selama ini, petani sangat terbebani tingginya biaya operasional pompa air menggunakan bahan bakar gas atau BBM, sehingga kehadiran listrik menjadi solusi paling efektif untuk menyelamatkan tanaman sekaligus menekan biaya produksi.
Merespons kendala di lapangan, perwakilan PLN ULP Mattirotasi, Bayu, menyatakan kesiapan penuh instansinya dalam mendukung swasembada pangan melalui program kelistrikan agrikultur. Sebagai langkah konkret, pertemuan tersebut menyepakati adanya 20 usulan titik jaringan listrik baru untuk mengoperasikan mesin pompa air. Peralihan ke energi listrik ini diproyeksikan mampu memberikan efisiensi yang sangat signifikan, yakni menghemat biaya operasional pengairan sawah hingga 60 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar konvensional.
Sebagai tindak lanjut percepatan, pihak PLN akan segera membentuk tim koordinasi bersama Dinas Pertanian untuk melakukan survei dan mengeksekusi penarikan jaringan. Proses instalasi ini diprediksi akan berjalan lancar dengan biaya infrastruktur tambahan yang sangat minim, mengingat posisi geografis lahan persawahan di Parepare sangat diuntungkan karena letaknya yang berdekatan dengan area permukiman warga.