Dorong Produktivitas Padi 10 Ton/Hektar, Kementan Uji Coba Metode Baru di Sulsel
Kabupaten Sidrap sukses mencatatkan lonjakan produksi padi 27% pada periode 2024-2025! Keberhasilan ini terwujud berkat dukungan Presiden Prabowo, segenap jajaran Kementan, dan khususnya Kepala BRMP. Ketersediaan pupuk yang lancar serta tingginya harga gabah (Rp7.300/kg) membuat pendapatan petani Sidrap meroket menjadi Rp104 juta per hektar. Bahkan, berkat kesuksesan penerapan Indeks Pertanaman (IP) 300, pendapatan petani diproyeksikan bisa tembus hingga Rp200 juta per hektar dalam setahun.
Kepala BRMP Kementan menegaskan bahwa capaian ini tak lepas dari penggunaan benih unggul hasil perakitan BRMP Padi serta kedisiplinan pada pola dan waktu tanam. Untuk mendongkrak hasil hingga
10 ton/hektar, Kementan kini menguji coba metode PM AAS di Sidrap, Soppeng, dan Maros. Inovasi ini memadukan penggunaan pupuk cair, aplikasi silika agar tanaman tidak mudah roboh, serta penambahan dolomit untuk memperbaiki pH tanah yang asam.
Meski produktivitas tinggi, Kepala BRMP mengingatkan para penyuluh untuk terus mengawal ketat petani di lapangan. Pengawasan penting dilakukan mengingat jarak tanam yang rapat rentan terhadap hama (PHT), serta tingginya risiko dari penggunaan benih yang tidak bersertifikat. Di sisi lain, kabar baik untuk ketahanan pangan nasional: saat ini stok beras kita sangat aman dengan jumlah mencapai 5 juta ton yang tersimpan di Bulog!